Pemilihan ban mobil itu nggak bisa asal-asalan, terutama kalau lo sering berpindah antara jalanan aspal dan medan off-road. Ban yang salah bisa bikin mobil nggak nyaman, boros BBM, bahkan berbahaya! Nah, biar nggak salah pilih, yuk kita bahas perbedaan ban aspal dan ban off-road serta mana yang paling cocok buat kebutuhan lo.
Ban ini dirancang buat mobil yang sering melaju di jalan raya atau tol dengan permukaan aspal yang rata. Biasanya dipakai buat mobil penumpang, MPV, dan sedan.
✔️ Tapak ban lebih halus dan memiliki alur rapat untuk mengurangi hambatan gulir.
✔️ Menghasilkan suara yang lebih senyap dan perjalanan lebih nyaman.
✔️ Cengkeraman maksimal di jalan kering maupun basah.
✔️ Konsumsi BBM lebih irit karena rolling resistance rendah.
❌ Kurang cocok di medan berbatu atau berlumpur.
❌ Daya tahan terhadap benturan lebih rendah dibanding ban off-road.
💡 Cocok untuk: Mobil keluarga, sedan, hatchback, dan SUV yang lebih sering dipakai di jalan raya.
Buat lo yang sering melibas jalan berbatu, tanah, atau berlumpur, ban off-road adalah pilihan wajib. Ban ini didesain supaya tetap punya traksi kuat di medan sulit.
✔️ Tapak lebih kasar dan dalam untuk mencengkram tanah atau lumpur.
✔️ Dinding ban lebih tebal dan kuat untuk tahan benturan.
✔️ Bisa melibas berbagai medan, dari pasir, batu, hingga lumpur.
❌ Lebih berisik di jalan aspal karena pola tapaknya kasar.
❌ Lebih boros BBM karena rolling resistance lebih tinggi.
❌ Harga cenderung lebih mahal dibanding ban aspal biasa.
💡 Cocok untuk: Mobil SUV, Jeep, atau kendaraan 4×4 yang sering dipakai di jalan berbatu atau medan ekstrem.
Kalau lo sering berpindah antara aspal dan off-road, ban All-Terrain (AT) bisa jadi solusi terbaik. Ban ini dirancang buat jalan aspal sekaligus masih nyaman dipakai di jalan berbatu atau tanah.
✔️ Bisa digunakan di jalan raya maupun off-road ringan.
✔️ Tapak lebih kasar dari ban aspal, tapi nggak seberisik ban off-road murni.
✔️ Lebih awet dibanding ban off-road yang lebih lunak.
Tinggalkan Balasan